Seperti halnya menulis buku pada umumnya, menulis buku aktivitas juga tidak kalah seru dan menyenangkan. Hal ini karena saat ini permintaan buku jenis ini makin diminati oleh para orang tua sehingga penerbit seakan berlomba menerbitkan buku aktivitas anak yang berkualitas. Baik penerbit mayor maupun indie, sama-sama ingin menyajikan bacaan ramah anak yang bisa meningkatkan kemampuan kogintif, motorik, kemampuan berbahasa, sekaligus melatih kreativitas anak.
Buku aktivitas sangat bermanfaat bagi anak karena anak bisa belajar sekaligus bermain. Dengan menggunakan buku aktivitas yang penuh gambar dan warna, anak akan lebih betah diajak berlama-lama membuka buku. Dalam buku aktivitas, selain ada cerita yang menarik, juga ada aktivitas mewarnai, menggunting, mencocokkan gambar, melengkapi angka dan huruf, juga menarik garis dan mencari perbedaan. Semua aktivitas itu tentu amat berguna bagi pertumbuhan anak di setiap tahap usianya. Itulah sebabnya, kini makin banyak orang tua dan guru yang berburu buku aktivitas, terlebih melihat fenomena ketergantungan sebagian anak terhadap Smartphone yang mengkhawatirkan.
Sehubungan dengan permintaan yang meningkat tersebut, para penulis pun memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dengan menulis beragam buku aktivitas yang kreatif dan menarik. Bagaimana caranya menulis buku aktivitas agar menarik dan berkualitas? Mari menyimak panduannya berikut ini:
1. Memilih Tema
Tema untuk buku aktivitas bisa diperoleh dari banyak membaca buku dan melihat fenomena yang terjadi di sekitar kita. Apa yang sedang booming dan apa yang dibutuhkan saat ini bisa dijadikan tema buku.
2. Membuat Judul
Judul buku aktivitas harus menarik, ringkas, jelas, lugas, dan mantap.
3. Membuat Outline
Sekalipun buku aktivitas, penting sekali dibuat outline terlebih dahulu agar tulisan sesuai tema dan batasan usia. Bila outline sudah dibuat, bisa langsung membuat daftar aktivitas apa saja yang akan ditulis dalam buku.
4. Menyesuaikan Buku dengan Usia Anak
Sangat penting diperhatikan, kita menulis untuk anak usia berapa karena setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda. Tentu aktivitas yang menarik di setiap usia tidak sama sehingga kita harus benar-benar memperhatikan sasaran pembaca.
5. Menulis dengan Bahasa yang Mudah
Menulis buku aktivitas anak tentu harus memperhatikan cara penyampaian materi atau bahasa yang digunakan. Sebaiknya menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, tidak bertele-tele, sekalipun hendak menyampaikan hal yang rumit. Makin kecil usia anak, makin sederhana metode dan bahasanya, makin besar usia anak, tentu makin bervariasi metode dan bahasanya.
6. Mencantumkan Keunggulan Buku
Hal ini sangat berguna agar pembaca memahami apa isi buku sejak awal, sekaligus untuk menambah nilai jual buku.
Adapun manfaat menulis buku aktivitas anak adalah sebagai berikut.
1. Mengasah kepekaan terhadap lingkungan sekitar
2. Menumbuhkan kepedulian terhadap pendidikan anak
3. Melatih kesabaran
4. Meningkatkan kreativitas
5. Merangsang daya pikir
6. Menambah skill menulis
Demikian panduan menulis buku aktivitas anak yang menarik dan berkualitas, sekaligus manfaatnya. Kepedulian kita akan bacaan anak yang sesuai tahapan usianya, juga mengupayakan keberadaan buku aktivitas yang merangsang kreativitas anak sangat penting untuk menyelamatkan generasi muda dari bacaan yang kurang tepat.
Oleh: Tim Redaksi Dandelion Publisher
