Memilih Diksi yang Menarik untuk Puisi

Pemilihan kata yang tepat dan menarik sangat penting diperhatikan oleh penulis. Dalam setiap karya tulis, mulai cerpen, novel, pantun, hingga puisi, pemilihan kata menjadi hal utama yang harus diperhatikan, di samping tema, judul, dan makan tulisan. Mengapa harus diperhatikan? Tentu karena diksi yang tepat akan membantu membangun nilai tulisan. Sebaliknya, diksi yang tidak tepat akan menimbulkan multitafsir dari pembaca dan bahkan salah tafsir yang justru membuat tulisan jadi krisis makna. Hal ini karena walaupun ada beberapa kata yang sekilas memiliki makna yang hampir sama, sebenarnya masing-masing memiliki perbedaan.

Apakah pengertian diksi? Menurut KBBI, diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti apa yang diharapkan). Bisa juga dikatakan, diksi adalah pemilihan kata untuk menyampaikan gagasan dan ketepatan penggunaannya. Dalam penulisan puisi, penggunaan diksi yang menarik sangat mempengaruhi keindahan puisi itu secara keseluruhan. Sebuah kalimat dalam puisi akan lebih memiliki arti, jika menggunakan diksi yang tidak hanya tepat, tetapi juga menarik. Untuk mencurahkan pikiran dan perasaan dalam puisi, kita harus memilih kata-kata yang tepat sehingga bisa mewakili hal-hal yang ingin disampaikan dalam puisi secara keseluruhan.

Manfaat Diksi dalam Puisi
1. Menentukan kata apa yang paling tepat dan paling baik digunakan dalam suatu sitasi
2. Memperindah tampilan puisi
3. Menambah daya ekspresivitas
4. Menjaga agar tidak terjadi kesalahan penafsiran.

Ciri-ciri diksi yang menarik untuk puisi adalah sebagai berikut:
1. Biasanya merupakan kata-kata yang jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari;
2. Dipilih berdasarkan kemampuan kata untuk mengungkapkan rasa, angan-angan, dan pikiran;
3. Bila dirangkai dengan kata-kata yang lain menimbulkan kesan yang mendalam dan estetis.

Adapun sifat kata dalam puisi adalah:
– Konotatif, yaitu kata yang dapat memiliki berbagai kemungkinan makna
– Simbolis, yaitu kata yang digunakan untuk melambangkan suatu konsep
– Kiasan, yaitu kata perbandingan dan digunakan untuk menguatkan dan menjelaskan maksud tertentu.

Berikut ini adalah contoh diksi indah yang biasa digunakan untuk membuat puisi menjadi lebih kaya makna, menarik, dan estetis.
Akara: bayang
Aksa: jauh/mata
Ambu: aroma
Anala: api
Ancala: gunung
Anila: angin
Anindita: sempurna
Anindya: cantik jelita
Atma: jiwa
Bagaskara: matahari
Bhama: nafsu
Binaglala: Pelangi
Citta: maksid hati, pikiran
Dahayu: cantil, molek
Daksa: badan/tubuh
Dayita: kekasih
Gata: telah pergi
Harsa: kegembiraan
Indurasmi: sinar rembulan
Jamanika: tirai, tabir
Kama: dipuja
Nabastala: langit
Rinai: gerimis, rintil-rintik
Wiweka: sangat berhati-hati
Pupus: habis sama sekali
Temaram: remang-remang
Lazuardi: batu permata berwarna biru
Lara: sedih, sudah
Mara: bencana, bahaya
Mega: awan
Nirmala: tanpa cacat, tidak bernoda
Palapa: memikat
Petrikor: aroma tanah saat terkena hujan
Rahsa: rasa/rahasia
Rucita: gemerlap
Rudira: darah
Rudita: ditangisi
Rundung: mengganggu, mengusik terus-menerus, menyusahkan
Sarayu: embusan angin
Suar: nyala
Ufuk: kaki langit
Wasana: kekuatan bawah sadar yang mempengaruhi karakter
Wiyata: pengajaran/pelajaran

Demikian beberapa diksi menarik yang bisa digunakan untuk membuat puisi menjadi indah. Sekalipun kata-kata itu dibuat agar puisi menjadi indah, tetap harus dijaga agar pembaca tidak bingung memaknai akibat terlalu banyak penggunaan diksi indah yang jarang dipakai. Sebagai penulis, kita harus berupaya menjaga keselarasan antara keindahan dan kekuatan makna sehingga tulisan yang dibuat bisa bermanfaat bagi pembaca. Selamat merangkai diksi indah!

Sumber: Tim Redaksi Dandelion Publisher

Tinggalkan komentar