Saat menulis untuk dipublikasikan, kita tidak saja sekadar menuangkan isi pikiran dan isi hati, tetapi harus patuh pada kaidah penulisan yang benar. Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia memandu kita agar dalam menulis patuh pada aturan baku yang telah ditetapkan. Patuh pada PUEBI tentu bukan untuk menyulitkan, melainkan justru agar tulisan kita lebih berkualitas, lebih mudah dibaca, dan lebih diterima pembaca.
Ada banyak kaidah yang harus dipatuhi, seperti bagaimana penggunaan yang tepat untuk menulis tanda titik, tanda koma, tanda seru, tanda tanya, angka, huruf, dan lain-lain. Tidak kalah penting dari semua itu adalah penulisan huruf kapital. Menulis huruf kapital atau huruf besar sebenarnya sudah bisa dilakukan siapa saja. Sejak duduk di bangku SD, kita sudah akrab dengan tata cara penulisan huruf kapital, yaitu untuk memulai tulisan dan untuk huruf awal nama orang. Namun, apakah penggunaannya hanya itu saja? Bagaimana penggunaan huruf kapital yang tepat selain untuk dua hal itu? Mari kita menyimak uraian di bawah ini.
1. Petikan Langsung
Selain digunakan untuk memulai suatu kalimat/paragraf dan penulisan nama orang, huruf kapital juga digunakan untuk memulai suatu petikan. Petikan ini umumnya muncul untuk memulai perkataan seseorang, yang biasanya kita sebut dengan kalimat langsung.
Contoh:
• Ayah mengingatkan, “Kamu jangan sampai ingkar janji. Ini soal kesungguhanmu bertanggung jawab atas semua keputusan yang kamu ambil.”
• “Aku sungguh tidak mau berpisah dengannya,” ucap Ira suatu sore.
• “Nanti siang, “tegasnya, ”Semua teka-teki akan terkuak satu per satu.”
2. Gelar
Penulisan gelar yang dimiliki oleh seseorang dimulai dengan huruf kapital. Gelar dalam hal ini yang dimaksud adalah gelar pendidikan, gelar profesi, gelar akademik, ghelar kebangsawanan, gelar keagamaan, dan sebagainya.
Contoh:
• Hanna Ainur Rosyidah, S.H., M.H.
• dr. Muhammad Hanif, Sp.P (Dokter Spesial Paru/Pulmonologi)
• R.A. Kartini
3. Nama Tempat
a. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama nama tempat atau daerah.
Contoh:
• Surabaya
• Cikampek
• San Fransisco
b. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama unsur-unsur nama tempat atau daerah yang diikuti nama tempat atau daerah tertentu.
Contoh:
• Danau Toba
• Jalan Panglima Sudirman
• Sungai Musi
c. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama nama tempat atau daerah, jika kata yang mendahuluinya menggambarkan kekhasan budaya.
Contoh:
• ukiran Jepara
• sarung Makasar
• asinan Medan
d. Huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf awal unsur nama tempat atau daerah yang tidak diikuti oleh nama tempat atau daerah tertentu.
Contoh:
• Mandi di sungai
• Berlayar ke tepi pantai
• Berenang di danau
e. Huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf awal nama tempat atau daerah yang digunakan sebagai penjelas nama jenis.
Contoh:
• kunci Inggris
• petai cina
• pisang ambon
4. Nama Lembaga, Badan, Negara, Suku, Bahasa, dan Organisasi
Huruf kapital digunakan sebagai huruf awal nama lembaga, badan, negara, suku, bahasa, dan organisasi.
Contoh:
• Departemen Kehakiman
• Perserikatan Bangsa-Bangsa
• suku Jawa
• bahasa Indonesia
5. Judul Sebuah Tulisan atau Buku
Huruf kapital digunakan sebagai huruf awal pada setiap kata dalam judul, kecuali kata tugas.
Contoh:
• SETIA BAGIMU NEGERI. Sebuah Catatan untuk Aparatur Sipil Negara
• Manajemen Sumber Daya manusia
• Buku Panduan Penelitian bagi Mahasiswa
6. Nama Tahun, Bulan, Hari, Peristiwa Sejarah, dan Hari Besar/Hari Raya
Huruf kapital digunakan sebagai huruf awal nama hari, bulan, tahun, peristiwa sejarah, juga hari besar atau hari raya.
Contoh:
• hari Senin
• bulan Syawal
• tahun Hijriah
• Hari Raya Idulfitri
7. Nama Tuhan, Agama, Kitab Suci
Huruf kapital digunakan sebagai huruf awal nama Tuhan, agama, dan kitab suci.
Contoh:
• Allah Yang Mahakuasa
• Islam dan Kristen
• Al-Qur’an dan Injil
Demikian penulisan huruf kapital yang benar menurut PUEBI. Mulai sekarang, sebaiknya kita tidak mengabaikan aturan-aturan dalam penulisan agar tulisan kita lebih berkualitas. Mari kita mengakrabkan diri dengan PUEBI dan KBBI agar memiliki panduan yang tepat saat menulis. Selamat berkarya!
Sumber: Tim Redaksi Dandelion Publisher
