
Deskripsi
| Judul | Bulan Dikekang Malam |
| Penulis | Ninik Sirtufi Rahayu | Hadsari Wijaya | Atie Bunda Sri Wachju Embun Waty | Ezri Wani | Vega Rosanna Tri Setyawati | Nina Sulistiati | Indra Mardiani Hamidah Djamhuri | Amaria Fajar Nurrakhma Atin Ummu Kembar | Budi Wahyuni | Wiwin Maryani Kanya Kandy Tribuana | Umi Erna Herawati Lisa Wahyuni | Yayah Warjiyah | Polma Chaniago Nurfajriah Hanifah | Wiwin Eriany | Dayss Anagata |
| QRBI | 1118-0123-081 |
| Dimensi | 14,5 x 20,5 cm |
— o0o —
Sinopsis
“Ya, Tuhan … tolonglah netralisasi hatiku, tata sedemikian rupa sehingga semuanya akan berjalan wajar tanpa kendala, amin,” bisik hatiku di sela-sela acara pesta yang hiruk pikuknya justru merajam nuraniku. (Ninik Sirtufi Rahayu ‘Denting Dawai di Ujung Gawai’)
Desakan keluarga Gaharu agar menceraikan Cendana semakin ganas. Bak api yang terus membara dan sulit padam. Gaharu kalang kabut menanggapinya. Belum lagi dia tidak tahu kondisi Cendana saat ini karena kehilangan jejak. Gaharu hanya memohon keajaiban dari Allah agar dia bisa pergi ke belahan bumi Eropa untuk mencari istri dan calon bintangnya. (Hadsari Wijaya ‘Bulan Dikekang Malam’)
Beberapa saat Laila terdiam, dia memandang kosong ke arah sungai. Tempat ini adalah saksi di mana hari-harinya dihabiskan untuk menunggu sang pujaan hati. Surya adalah alasan dia untuk bertahan dan dia juga yang menjadi penyebab kehancurannya. Jadi, sekarang tak ada lagi alasan untuknya bertahan. Dia akan pergi dengan membawa semua rasa kecewa pada Surya dan juga ayahnya.
Keesokan harinya warga kampung dihebohkan dengan penemuan tubuh yang mengapung di sungai. Tubuh seorang perempuan. (Atin Ummu Kembar, ‘Penantian Laila’)
— o0o —
Bagi yang berminat membeli bukunya
silahkan hubungi kontak berikut ini:
0812-6111-765 (WA Admin 1)
0812-6111-295 (WA Admin 2)
