Semarak Rampak Serunai

Deskripsi

JudulSemarak Rampai Serunai
PenulisGol A Gong | Rati Kumari | Nadhirul Wismiyati | Ndorojoyo | Erdaerd Berltorn+
Arlyn Yuanita | Azizah Salsa | Nani Rahmawati, S.Pd. | Novi Rohyanti
Sapti Anayogyani | Suryatmoko | Indra Mardiani, M.Pd. | Dr. Sawitri, S.Pd., M.Pd.
Siti Nur Asiyah | Neneng Hasanah | Endang Ratna Juwita | JD Kodz | Winda Septiyeni
Syaifunnuri | Riezani | Umi Hasanah | Sanrina | Saffa Shinju| Hj. Darsiti Aisyah
Nurlaila Tussubha | Thilma M Lewerissa | Sutrisno | Susanti Irawan | Cucu Hazanah
Sry Eka Handayani | Dina Marisa | Yudelnilastia | Nunun Zula | Ninik Sirtufi Rahayu
EmilyWu/E3L | Hertika Eka | Novi Rika Dwiani | Ratna Wati | Nur Azizah
Meutia Fikri Naifah | Siti Zaenab | Syafriyani | Siti Aminah | Ersy Prihatini Rambu Awa
Siswanto | Tri Lestari Kurniawati | Nunung Nuryanah | Ja’far Amir | Meilany Arifin
Mardianti | Jessica Cheryl Hartono | Nida Hasanah
Dimensi14,25 x 20,5 cm
Berat300 gr
QRBI1118-0723-0215

–o0o–

Sinopsis

Rona ungu Lipstik di bibir indah berbentuk hati menghalau Lingkap Gelap gulita Misteri Kursi Roda seelok Kembang Manthang Peluru Perang.
Megahnya Mahameru di Sudut Roma menjadi puncak impian Aisha, putri cemerlang yang akan Pergi Esok Hari berbekal segenggam Asa yang Tak Berujung.
Sementara itu, Nuansa Hati Sukarsih terus digerus rasa Sempit nan Luas bergantian, sedemikian rupa. Hingga akhirnya, dia bersimpuh terpaku kilau Bulan di Tepi Pantai. Rindu Terbungkus Lara sirna selaras harapan Rembulan yang Tenggelam Muncul Kembali menemukan Cinta yang Hilang seraya mengaut Kemala di Impitan Kota.
Di Antara Dinginnya Danau Toba dan Puncak Bogor, siluet Si Mbok Penjual Tempe menari kian kemari mencari asal semerbak Harumnya Kopi Thehoku. Lincah langkah si puan penuh Harga Diri dan Anjing mungil selalu setia menemani di sampingnya.
Seorang pemuda berharap Jodoh, tepatnya Menunggu Jodoh pilihan ibunda. Hatinya bertanya, Mengapa Harus Linda? Apakah karena Si Bocah Bersuara Emas itu cucu kesayangan Si Mbah Rongsok Hebat atau semata Pucuk Dicinta Ulam Pun Tiba. Yang jelas, gadis itu berparas manis Muka Jawa.
Man Jadda Wa Jadda kulafazkan Dengan Asma-Mu di tengah penghayatan Mona, Sang Inspirator Cilik melantunkan Sajak Patah dalam Gerbong Kenangan tentang selaksa Penyesalan Bemby pada Nama yang Sama. Teramat dalam luka lama menghujam, tak akan kuasa Menghapus Kenangan.
Bagaimanapun, Ia Ayahku. Sosok paling berjasa menempaku tanpa pamrih sejak Sahur Perdana hingga masa Serunya Kelas Offline Pascapandemi Covid-19. Untuk itu, Izinkan Aku Menang karena aku pantas menyandang gelar kemenangan. Telah kuubah segala rintangan menjadi tantangan, dan membuahkan hasil gemilang.
Ibu, Titip Salam buat Ayah. Janganlah Salah Sangka, nanti berakibat Penyesalan Tak Berujung. Masalah memang besar, tetapi Big is Beautiful. Ima si Pemburu Takjil menyukai semboyan itu.
Pakis Penyambung Nyawa persembahan hati sekaligus penangkal Perpisahan Tania. Wahai Buah Hatiku, ingat selalu pesan singkatku, jangan sampai Kebobolan Angan.
Dirly, Maafkan Aku! Mari kita nikmati Hidangan Terakhir di Meja Makan dan biarkan kutatap Pelangi di Bola Mata indahmu yang semula bagai Rembulan Tak Tergapai.

–o0o–

Bagi yang berminat membeli bukunya
silahkan hubungi kontak berikut ini:
0812-6111-765 (WA Admin 1)
0812-6111-295 (WA Admin 2)

Tinggalkan komentar