
Deskripsi
| Judul | Sepenggal Resah Keabadian (222 PUTIBA oleh Penulis Nusantara) |
| Penulis | Utrujah Alesha, Ruchi Riyanti, Wiwik Roslina Ninik Sirtufi Rahayu, Patimah, dkk. |
| ISBN | [Sedang dalam Proses] |
| Dimensi | 14,5 x 20,5 cm |
| Berat | 511 gr |
| DPBN | 1118-0525-0565-3 |
–o0o–
Sinopsis
“Putiba” berarti puisi yang terdiri dari tiga bait atau tiga stanza. Istilah dari akronim Puisi Tiga Bait (PUTIBA) dan Puisi Tiga Baris (PUTIBAR) dicetuskan oleh Dr. Tengsoe Tjahjono, Dosen sekaligus seorang penyair dan penggagas PENTIGRAF (Cepen Tiga Paragraf).
Puisi di Kelopak Anggrek
Oleh: Dr. Tengsoe Tjahjono
Pagi merekah di kelopak anggrek
Membawa pesan puisi.
Matahari mencair, menghanyutkan kata-kata.
Sehangat teh tanpa gula. Seliat pelukan
Pada lembar daun, puisi menyiapkan ruang berbincang:
burung-burung dan cahaya, jalan dan persimpangan,
batu-batu dan tapak kaki, rindu dan sepi
Paradoks-paradoks ini dinamika asyik sekali
Pada kuncup bunga puisi abadi menulis.
Seabadi anggrek yang dikenal sepanjang waktu
Tentang jejak bersama
Melintasi musim-musim
22 Des 2020
Berbagai PUTIBA menjadi karya fenomenal penyair Nusantara dalam buku ini. Semuanya menjadi bukti kekayaan benak yang dilatih mengungkap imaji dalam bentuk kata penuh rima dan makna.
– Salam Literasi Bumi Pertiwi –
–o0o–
Bagi yang berminat membeli
bukunya silahkan hubungi
kontak berikut ini:
0812-6111-765 (WA Admin 1)
0812-6111-295 (WA Admin 2)
