
Deskripsi
| Judul | Mewarisi Keteladanan Nabi Nuh AS |
| Penulis | Yajid, S.Pd.I, M.Pd. |
| Dimensi | 14,5 x 20,5 cm |
| Berat | 81 gr |
| DPBN | 1118-0526-0680-9 |
–o0o–
Sinopsis
Mewariskan keteladanan Nabi Nuh AS artinya menurunkan 3 sifat utama beliau yang tetap relevan di zaman apa pun.
- Istiqamah meski ditolak mayoritas
Nabi Nuh berdakwah 950 tahun tapi pengikutnya sedikit. Beliau dicemooh, dianggap gila, tapi tidak berhenti. Yang bisa kita wariskan ke anak: keberanian untuk tetap benar walau sendirian. Ajarkan mereka bahwa kebenaran tidak diukur dari jumlah orang yang setuju. Caranya lewat contoh kecil: tetap jujur saat ujian meski teman nyontek, tetap amanah meski nggak ada yang lihat. - Kesabaran yang aktif, bukan pasif
Selama berabad-abad beliau membangun bahtera sambil terus mengajak. Sabarnya Nabi Nuh bukan diam, tapi terus bergerak dengan rencana. Nilai ini bisa kita turunkan dengan membiasakan anak berproses. Kalau gagal, evaluasi. Kalau diejek, tetap kerja. Kasih tahu mereka: kapal Nabi Nuh dibangun di darat, ditertawakan orang, tapi justru itu yang menyelamatkan. - Kasih sayang yang tidak memaksa Nuh sangat sayang pada kaumnya, termasuk anaknya Kan’an yang menolak naik kapal. Beliau tetap mendo’akan dan mengajak sampai detik terakhir, tapi, tidak memaksa iman. Ini pelajaran penting buat orang tua: tugas kita menyampaikan dan meneladankan, hasil hidayah urusan Allah. Wariskan ke anak bahwa cinta itu mengajak pada kebaikan, bukan mengontrol. Kita tunjukkan jalan, biarkan mereka berjalan dengan pilihannya.
Tiga hal ini kalau hidup di rumah, anak nggak cuma kenal nama Nabi Nuh, tapi mewarisi mentalnya
–o0o–
Bagi yang berminat membeli
bukunya silahkan hubungi
kontak berikut ini:
0812-6111-765 (WA Admin 1)
0812-6111-295 (WA Admin 2)
