Bel Terakhir

Deskripsi

JudulBel Terakhir
Antara Tawa dan Legenda
PenulisAl Aidan Rozan Martawijaya | Danish Rayyan Kurnia | Fatih Nawfal Aryan
Jasmine Queenza Hana | Kyra Azka Putria Alexis | Quaneisha Alisha A.
Salsabila Faza Putri Sudirman | Sandhya Sidra Senaka | Achmad Saladin Sutisna
Zara Batrisya Irawan | Alaric Abyasa Puta Himawan | Anargya Javas Devaro
Azalia Azzahra Kusuma Putri | Kaisya Salsabila | Kaysha Putri Revalia Winata
Kyla Alfirzal Putri Hariyadi | Malika Dinar Suwardi | Muhammad Raziq Rizfatulzhafar
Najma Nailatul Izzah | Zafira Elvina Putri Mulia | Mierza Attar Aryadhie
Fahry Haryadmaja Muniz | Rofif Fadhlurrohman Jiwani | Alwiananda Raif Harits
Khadija Damara M. A. | Makayla Khanza Sefeldi | Muhammad Uwais Al-Qarni
Muhammad Faeyza Abimanyu | Adeyaka Azka Danardono | Aisyah Rasikha Priambhodo
Aqilah Arfa Shakirah Ardiyansyah | Damar Agha Izzano | Dyandra Amanda Sapphira
Nixie Makayla Fabian | Azmina Najwa Dhara Salsabila | Syamil zanki Saputra
Aldrich Tristan Ritonga | Alya Zahra | Annisa Fathinah Salsabila | Azka Mahija Khalfani
Muhammad Dimas Said S. | Farras Ahmad Anditama | Zakiya Putri Zahra
Maulidya Puspa Firdausy | Kennard Emir Pradiono | Sabrina Hanum
Muhammad Arkan Kahfi | Othman Habibie | Batrisyia Raihana Ardana
Arfansyah Nabil Zafaron | Aziizah Nurul Apriliani | Davian Richie Raphael
Dinda Nailal Husna | Qailla Ayskaa Khairunnisa | Falisha Syabandria Putridharma
Nayra Arshy Fatimah | Muhammad Yazid Alkhairi | Raden Azka Maulana Putra
Sarah Xavyera Almahyra 9C | Ibrahim Zia | Cendekia Khaireen Nuryahya
Challyannisa Syahmi Wardhanie | Khalisya Putri Ramadhani | Muhammad Ilham Rifai
Raffasya Artha Adhyaulami | Danish Arianov Putra Ishari | Ghina An Naafitunnisa
Attariq Putra Elwin | Zahra Kayisa Syakila | Nayfa Nuria Almas
Gendis Tiara Putri| Junaidi Ana
Dimensi14,5 x 20,5 cm
Berat81 gr
DPBN1118-0526-0702-9

–o0o–

Sinopsis

Bel mungkin akan mengakhiri setiap aktivitas yang sedang bergerak riuh dalam sepi, dari lorong sekolah, ruang kelas, lapangan, kantin, perpustakaan, dan juga ruang guru serta kepala sekolah. Setiap bunyi memberi pesan, setiap pesan ada jeda, dan setiap jeda ada kisah dalam barisan kata yang terus dilukiskan di atas canvas kehidupan.
Dari bel itu ada tawa yang melengking dari setiap kisah dalam deretan episode yang sedang tayang dan akan berakhir dari kisah panjang. Ada legenda yang sedang merenung di sudut ruang yang berjejer, dia menepi dalam renung panjang, memikirkan tapak selanjutnya dari suara bel yang berbunyi. Buakan hanya dia yang akan jadi legenda, tapi mereka, ya mereka semua yang ada dalam barisakan kata ini akan menjadi legenda dalam kisahnya sendiri.
Para legenda sedang menyusun puzzle yang terserak dari setiap mimpi yang sudah tertulis di sudut hati, menyambungkan dan menata serapi mungkin, hingga jadi puzzle yang sempurna. Itulah mimpi para legenda. Mimpi menjadi seniman yang lihai bermain kata dalam mejaga maruah kebajikan serta membela kebenaran hingga sang diplomat yang sedang berdialog dari celah hiruk pikuk dunia dalam diplomasi antar negara.
Bel bukan untuk mengakhiri segalanya bagi para legenda, tapi dari suara bel menghadirkan tawa para legenda yang sedang menata bata kehidupan tuk menggapai impian juga harapan yang sedang bergejolak dalam jiwa untuk masa depan gemiliang. Teruslah bergerak jadi legenda untuk masa depan. Para legenda akan terus ada walau raga akhir oleh waktu.

–o0o–

Bagi yang berminat membeli
bukunya silahkan hubungi
kontak berikut ini:
0812-6111-765 (WA Admin 1)
0812-6111-295 (WA Admin 2)

Tinggalkan komentar